Kamis, 23 Mei 2013

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF



LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

1.    Pendahuluan
Laporan laba rugi (income statement) menyajikan ukuran keberhasilan kinerja yang dicapai oleh entitas pelaporan dalam satu periode berjalan. Laporan ini mencerminkan aktivitas operasi entitas. Laporan laba rugi menyediakan rincian penghasilan, beban, laba dan rugi entitas untuk suatu periode waktu. Laba mengindikasikan profitabilitas entitas dan mencerminkan pengembalian (return) kepada pemegang saham untuk periode yang bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba diperoleh. Dalam akuntansi berbasis akrual, penghasilan diakui saat entitas menjual barang atau menyerahkan jasa pada saat diperoleh/dihasilkan (earned) dan ditandingkan (matching) dengan beban yang diakui terlepas dari saat pembayaran.
Model akuntansi yang masih digunakan sekarang adalah  biaya historis, di mana aset dan liabiitas dinilai berdasarkan harga yang diperoleh pada saat transaksi aktual di masa lalu.  Akuntansi biaya historis (historical cost accounting) disebut juga sebagai model akuntansi berdasar transaksi (transaction-based model).  Laba terutama ditentukan dengan mengakui penghasilan yang direalisasi atau dapat direalisasi dan diperoleh (realized or realizable and earned) selama periode dan mengaitkan beban dengan penghasilan yang diakui. Alternatif model biaya historis ini adalah akuntansi nilai wajar (fair value accounting) atau disebut juga dengan mark-to-market accounting. Dengan model akuntansi nilai wajar, nilai aset dan liabilitas ditentukan oleh nilai wajar (biasanya harga pasar) pada saat tanggal pengukuran (kira-kira tanggal laporan keuangan). Laba dengan model ini cukup merefleksikan perubahan bersih dalam nilai wajar aset dan liabilitas selama periode, di mana keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi diakui. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, standar akuntansi keuangan Indonesia berbasis prinsip dan banyak menggunakan  konsep fair value dalam penilaian aset dan liabilitas.
Pada tahun 2011,  komponen laporan keuangan mengalami sedikit perubahan. Perubahan tersebut antara lain, terlihat dalam laporan laba rugi menjadi laporan laba rugi komprehensif. Pendapatan komprehensif ini berisi perubahan-perubahan karena penggunaan model nilai wajar, pos-pos dalam pendapatan komprehensif lain mencakup keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi. Laporan laba rugi komprehensif tidak hanya mencakup keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi, tetapi juga mencakup keuntungan atau kerugian yang telah direalisasi.  Bagian yang menyajikan keuntungan atau kerugian  yang telah direalisasi disebut sebagai laporan laba rugi, sedangkan bagian yang menyajikan keuntungan atau kerugian  yang belum direalisasi disebut sebagai bagian pendapatan komprehensif lain.

2.    Penghasilan dan Beban
Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama periode pelaporan dalam bentuk arus masuk atau peningkatan aset, atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Penghasilan meliputi pendapatan dan keuntungan. Pendapatan (revenues) adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, imbalan, bunga, dividen, royalti, dan sewa. Keuntungan (gains) mencerminkan pos lainnya yang memenuhi definisi penghasilan namun bukan pendapatan.
Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode pelaporan dalam bentuk arus keluar atau penurunan aset, atau terjadinya liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak terkait dengan distribusi kepada penanam modal. Beban mencakup kerugian dan beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa. Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa meliputi, misalnya, beban pokok penjualan, gaji dan upah, dan penyusutan. Kerugian (losses) mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang mungkin, atau mungkin tidak, timbul dari pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa.

3.    Pendapatan Komprehensif Lain
Pendapatan komprehensif lain (other comprehensive income – OCI)  adalah total penghasilan dikurang beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi sebagaimana yang disyaratkan dalam SAK lainnya.
Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi:
1)        Perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 19: Aset Tidak Berwujud);
2)        Keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui  (lihat PSAK 24: Imbalan Kerja);
3)        Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 10: Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing);
4)        Keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan); dan
5)        Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai arus kas (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan).

Entitas mengungkapkan jumlah pajak penghasilan terkait dengan komponen dari pendapatan komprehensif lain, termasuk penyesuaian reklasifikasi, baik dalam laporan laba rugi komprehensif atau catatan atas laporan keuangan.
Komponen dari pendapatan komprehensif lain dapat disajikan dengan salah satu cara berikut:
1)        Jumlah neto dari dampak pajak terkait (net of related tax effect); atau
2)        Jumlah sebelum dampak pajak terkait (before related tax effect) disertai dengan total pajak penghasilan yang terkait dengan komponen tersebut.

Entitas mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi terkait dengan masing-masing komponen pendapatan komprehensif lain. Penyesuaian reklasifikasi (reclassification adjustments) adalah jumlah yang direklasifikasi ke laba rugi dalam periode berjalan yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain dalam periode sebelumnya.  Penyesuaian reklasifikasi dimasukkan dengan komponen pendapatan komprehensif lain yang terkait pada periode di mana penyesuaian direklasifikasikan ke laba rugi. Misalnya, keuntungan yang direalisasikan dari pelepasan aset keuangan yang dikategorikan sebagai “tersedia untuk dijual” dimasukkan dalam laporan laba rugi periode berjalan. Jumlah tersebut mungkin telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain sebagai keuntungan yang belum direalisasi pada periode sebelumnya. Keuntungan yang belum direalisasi tersebut dikurangkan dari pendapatan komprehensif lain pada periode ketika  keuntungan yang telah direalisasi direklasifikasi ke laba rugi untuk menghindari memasukkan keuntungan yang belum direalisasi tersebut dua kali dalam total laba rugi komprehensif. Perubahan reklasifikasi tidak dilakukan pada perubahan surplus revaluasi atau pada keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui dalam program dana pensiun manfaat pasti. Komponen tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Perubahan surplus revaluasi dapat dialihkan ke saldo laba pada periode berikutnya ketika aset tersebut digunakan atau dihentikan pengakuannya dan keuntungan dan kerugian aktuarial dilaporkan dalam saldo laba pada periode diakuinya keuntungan dan kerugian aktuarial tersebut sebagai pendapatan komprehensif lain.

4.    Laporan Laba Rugi Komprehensif
Entitas menyajikan seluruh komponen pendapatan komprehensif (pos penghasilan dan beban) yang diakui dalam satu periode:
1)    Dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif, di mana semua pos penghasilan dan beban yang diakui  dalam satu periode (pendekatan satu laporanthe single statement approach); atau
2)    Dalam bentuk dua laporan (pendekatan dua laporanthe two statement approach): 
i.      Laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah);
ii.     Laporan yang dimulai dengan laba rugi dan menunjukkan komponen pendapatan komprehensif lain (dalam laporan laba rugi komprehensif).

Total  laba rugi komprehensif (total comprehensive income) yang dilaporkan dalam  laporan laba rugi komprehensif adalah total semua pos penghasilan dan beban yang diakui selama satu periode (termasuk komponen laba atau rugi dan pendapatan komprehensif lain).
Laporan laba rugi komprehensif minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut untuk periode:
1)        Pendapatan;
2)        Biaya keuangan;
3)        Bagian laba atau rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;
4)        Beban pajak;
5)        Operasi yang dihentikan yang mencakup suatu total dari:
a)         Laba atau rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan
b)        Keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan.
6)        Laba atau rugi;
7)        Setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain angka 8 di bawah);
8)        Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan metode ekuitas; dan
9)        Total laba rugi komprehensif

Dengan demikian, total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi” dan “pendapatan komprehensif lain.” Sedangkan laba rugi (profit or loss) atau laba bersih (net income) adalah total pendapatan (income) dan beban (expenses), tidak termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain.
Di samping itu, entitas mengungkapkan pos-pos berikut dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi laba rugi untuk periode:
1)        Laba atau rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
a)         Kepentingan nonpengendali: dan
b)        Pemilik entitas induk.
2)        Total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada:
a)         Kepentingan nonpengendali; dan
b)        Pemilik entitas induk.
Entitas dapat menyajikan pos-pos sebagaimana dimaksud di butir 1 – 6 di atas dan pengungkapan laba atau rugi yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali (non-controlling interest) dan pemilik entitas induk (owners of the parent) [1] sebagaimana pada butir 1) di atas dalam laporan laba rugi terpisah (income statement).

5.    Laporan Laba Rugi
Entitas mengakui seluruh pos-pos penghasilan dan beban pada suatu periode dalam laba rugi kecuali suatu PSAK mensyaratkan atau memperkenankan lain.
Laporan laba rugi  (statement of income)  minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut untuk periode:
1)        Pendapatan;
2)        Biaya keuangan;
3)        Bagian laba atau rugi dari entitas asosiasi (associates) dan ventura bersama (joint venture) yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas ;
4)        Beban pajak;
5)        Operasi yang dihentikan (discontinued operations);
6)        Laba atau rugi
7)        Kepentingan nonpengendali; dan
8)        Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas  entitas induk

6.    Klasifikasi Beban dalam Laporan Laba Rugi
Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat (nature) atau fungsinya (function) dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan.
·           Klasifikasi menurut sifat. Klasifikasi menurut sifat mengidentifikasi biaya (cost) dan beban (expense) dalam bentuk karakter biaya, seperti gaji dan upah, pembelian bahan baku, beban pennyusutan, dan beban iklan.
·           Klasifikasi menurut fungsi.  Klasifikasi menurut fungsi menyajikan beban dilihat dari tujuan pengeluaran (expenditure), seperti biaya manufaktur, distribusi, dan administrasi.

Contoh dari klasifikasi dengan menggunakan metode sifat beban adalah sebagai berikut:
Pendapatan                                                                                                                               xxx
Pendapatan lainnya                                                                                                               xxx
Perubahan dalam persediaan barang jadi
dan barang dalam proses                                                  xxx
Bahan baku yang digunakan                                                   xxx
Beban imbalan kerja                                                                  xxx
Beban penyusutan dan amortisasi                                      xxx
Beban lain                                                                                      xxx
Total beban                                                                                                                               xxx
Laba sebelum pajak (laba operasi)                                                                                   xxx
Contoh klasifikasi  dengan menggunakan metode fungsi  beban adalah sebagai berikut:
Pendapatan                                                                                                                               xxx
Beban pokok penjualan                                                                                                       xxx
Laba bruto                                                                                                                                  xxx
Pendapatan operasi lainnya                                                                                               xxx
Beban penjualan                                                                                                                     xxx
Beban umum dan administrasi                                                                                          xxx
Beban  operasi lain                                                                                                                 xxx
Laba sebelum pajak (laba operasi)                                                                                   xxx          

Ilustrasi – 1
Berikut ini dilustrasikan dua alternatif bentuk laporan laba rugi komprehensif. Dalam tiap kasus, asumsikan bahwa PT Galaxi, Tbk melaporkan informasi berikut untuk tahun 2012: pendapatan penjualan Rp800.000; beban pokok penjualan Rp600.000; beban operasi Rp90.000; dan keuntungan
yang belum direalisasi setelah pajak atas efek tersedia untuk dijual Rp30.000.
1)    Pendekatan Satu Laporan
Dalam pendekatan ini, laba bersih (net income ) atau laba-rugi (profit or loss) merupakan subtotal, dengan total pendapatan komprehensif (comprehensive income) ditunjukkan sebagai total Bentuk  satu laporan untuk PT Galaxi, Tbk disajikan dibawah ini:
PT Galaxi, Tbk
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2012
Pendapatan penjualan
Beban pokok penjualan                 
Laba bruto
Beban operasi
Laba bersih
Pendapatan komprehensif lain:
Keuntungan kepemilikan yang belum direalisasi, setelah pajak
Pendapatan komprehensif
Rp800.000.000
     600.000.000
Rp200.000.000
      90.000.000
Rp110.000.000

      30.000.000
Rp140.000.000

2)    Pendekatan Dua Laporan
PT Galaxi, Tbk
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2012
Pendapatan penjualan
Beban pokok penjualan                 
Laba bruto
Beban operasi
Laba bersih
Rp800.000.000
     600.000.000
Rp200.000.000
       90.000.000
Rp110.000.000

PT Galaxi, Tbk
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2012
Laba bersih
Pendapatan komprehensif lain:
Keuntungan kepemilikan yang belum direalisasi, setelah pajak
Pendapatan komprehensif
Rp110.000.000

      30.000.000
Rp140.000.000

7.    Laporan Perubahan Ekuitas
Di samping laporan laba rugi komprehensif, entitas juga menyajikan laporan ekuitas pemegang saham (atau laporan perubahan ekuitas pemegang saham – statement of changes in stockhoders’ equity). Laporan ini melaporkan perubahan masing-masing akun ekuitas pemegang saham dan total ekuitas pemegang saham selama suatu periode. Entitas biasanya menyajikan laporan ekuitas pemegang saham dalam format kolom (columnar form). Ekuitas pemegang saham pada umumnya mencakup modal kontribusi (saham preferen, saham biasa, dan tambahan modal disetor), saldo laba, dan  pendapatan komprehensif lain.
Untuk tiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode, secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari:
i.      laba rugi;
ii.     masing – masing pos pendapatan komprehensif lain; dan
iii.   transaksi dengan pemilik, yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik (penerbitan saham) dan distribusi kepada pemilik (dividen), dan perubahan hak kepemilikan pada ekuitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian

Ilustrasi – 2
Asumsikan, sebagaimana informasi yang sama dengan PT Galaxi, Tbk; entitas mempunyai saldo akun ekuitas pemegang saham pada awal tahun 2012: Saham biasa Rp300.000.000; saldo laba Rp50.000.000; dan pendapatan komprehensif lain Rp60.000.000. Tidak ada perubahan akun saham biasa yang terjadi selama tahun berjalan. Penyajian ekuitas pemegang saham untuk PT Galaxi, Tbk sebagai berikut:
PT Galaxi, Tbk
Laporan Perubahan Ekuitas Pemegang Saham
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2012

Total
Saham Biasa
Saldo Laba
Pendapatan Komprehensif Lain
Saldo awal
Laba bersih
Pendapatan komprehensif lain
Keuntungan kepemilikan yang belum direalisasi, setelah pajak
Rp410.000.000
    110.000.000




      30.000.000
Rp300.000.000






Rp  50.000.000
    110.000.000
Rp60.000.000





     30.000.000
Saldo akhir
Rp550.000.000
Rp300.000.000
Rp160.000.000
Rp90.000.000
Dengan mengabaikan format gambaran yang digunakan, PT Galaxi, Tbk melaporkan pendapatan komprehensif lain sebesar Rp90.000.000 dalam bagian ekuitas pemegang saham di laporan posisi keuangan sebagai berikut:
PT Galaxi, Tbk
Laporan Posisi Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2012
Ekuitas pemegang saham
Saham biasa
Saldo laba
Pendapatan komprehensif lain
Total ekuitas pemegang saham

Rp300.000.000
     160.000.000
       90.000.000
Rp550.000.000












Contoh Laporan Laba Rugi Komprehensif
Keterangan
2012
2011
Pendapatan usaha
Penjualan
Beban pokok penjualan
Laba bruto

Beban operasi
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Laba operasi
Pendapatan (beban) non operasi
Bagian laba (rugi) entitas asosiasi/ventura bersama
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan
Beban pajak penghasilan
Beban pajak kini
Beban pajak tangguhan
Laba dari operasi yang dilanjutkan
Kerugian dari operasi yang dihentikan

Laba (rugi) neto

Pendapatan komprehensif lain
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Lindung nilai arus kas
Keuntungan revaluasi aset tetap
Keuntungan (kerugian) aktuarial dari program pensiun manfaat pasti

Pendapatan komprehensif lain

Total laba komprehensif

Laba neto yang dapat diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali

Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali

xxxx
xxxx
xxxx


xxxx
xxxx
xxxx

xxxx
xxxx

xxxx
xxxx
xxxx
xxxx

xxxx


xxxx

xxxx
xxxx
xxxx

xxxx

xxxx

xxxx


xxxx
xxxx


xxxx
xxxx


xxxx
xxxx
xxxx


xxxx
xxxx
xxxx

xxxx
xxxx

xxxx
xxxx
xxxx
xxxx

xxxx


xxxx

xxxx
xxxx
xxxx

xxxx

xxxx

xxxx


xxxx
xxxx


xxxx
xxxx



Soal
1.    Akuntan PT Alibaba, Tbk telah menyusun informasi berikut dari catatan perusahaan sebagai dasar untuk menyusun laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2011.
Beban pokok penjualan
Penjualan bersih
Pendapatan sewa
Beban bunga
Keuntungan yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual , setelah pajak
Beban penjualan
Beban pajak penghasilan
Beban admistrasi
Dividen kas yang diumumkan
Kerugian penjualan aset tetap
Rp516.000.000
980.000.000
29.000.000
18.000.000

31.000.000
140.000.000
30.600.000
181.000.000
16.000.000
15.000.000

Terdapat 20.000 lembar saham yang beredar selama tahun berjalan.

Diminta:
1)      Buatlah laporan laba rugi komprehensif dengan menggunakan the single-statement approach.
2)      Buatlah laporan laba rugi komprehensif dengan menggunakan the two-statement approach.

2.    Seksi ekuitas PT Janjimatogu, Tbk pada tanggal 1 Januari 2011 adalah sebagai berikut:
Modal saham – biasa
Pendapatan komprehensif lain
Keuntungan yang belum direalisasi atas aset keuangan tersedia untuk dijual
Saldo laba
Rp300.000.000


50.000.000
20.000.000
Selama tahun berjalan, entitas memiliki transaksi-transaksi  berikut:
a)        Diterbitkan 10.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp3.000.
b)        Dividen diumumkan dan dibayar sebesar Rp9.000.000.
c)         Laba bersih tahun berjalan sebesar Rp100.000.000.
d)        Kerugian pemilikan yang belum direalisasi (unrealized holding loss) yang terjadi atas aset keuangan tersedia untuk dijual sebesar Rp5.000.000.
Diminta:
Buatlah laporan perubahan ekuitas untuk PT Janjimatogu, Tbk.




[1] Entitas induk adalah entitas yang mempunyai satu atau lebih entitas anak; entitas anak adalah suatu entitas, termasuk suatu entitas non-korporasi seperti perseketuan, yang dikendalikan oleh entitas lain (dikenal sebagai entitas induk); entitas asosiasi, termasuk entitas non-korporasi seperti persekutuan, di mana investor mempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakan entitas anak maupun ventura bersama; dan kepentingan nonpengendali adalah ekuitas entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.

Sumber: Monang Situmorang, MM. SE.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar